MUSLIM TERATAI

Media Informasi Muslim Perumahan Taman Teratai – Batam

Konser Artis Vs Kajian Gratis

Tinggalkan komentar

Image

Ketika kabar tersiar di seluruh media tentang pertunjukan akbar sang idola, seketika jiwa terpanggil mengikutinya. Harga tiket masuk bukan masalah, penuh sesak antrian bukan rintangan yang penting bisa datang dan menyaksikan sang idola perform di depan mata.

Sungguh tersiksa jiwa seorang pengagum manusia, ia akan sangat terbebani dengan kesukaannya. Ketika ia bisa, ia puas luar biasa meski korban apa saja. Namun ketika ia tak bisa, hatinya gundah gulana, sakit tiada terkira. Demi sang idola ia akan rela mengorbankan apa saja. Waktu, materi, bahkan harga diri.

Seperti itulah realita yang ada. Potret generasi muda yang terjajah fanatisme buta kepada idola yang sebenarnya sang idola hanya manusia biasa bahkan jauh dari yang seharusnya. Tidak ada lagi pandangan agama, norma atau moral. Yang ada hanya kekaguman yang tak disertai apa-apa kecuali kesenangan semata.

Sudah sejak lama artis-artis kelas dunia yang sukses mengadakan pertunjukan musiknya di Indonesia. Dari artis underground, pop sampai boysband. Semua pertunjukkan itu sukses digelar di negeri yang dikenal dengan negeri Muslim. Konser-konser akbar mereka bukan pertunjukkan biasa dengan harga tiket masuk standar seperti konser artis dan band-band lokal pada umumnya. Pertunjukkan musik yang menghadirkan artis dan band kelas internasional ini adalah pertunjukkan yang mahal untuk ukuran ekonomi masyarakat Indonesia. Tiket masuk selalu kisaran diatas 1 juta. Namun ternyata animo masyarakat kita akan acara-acara akbar ini sangat luar biasa. Terlepas dari pro-kontra yang selalu muncul di tengah masyarakat tentang kehadiran artis-artis dunia ini. Masyarakat kita ternyata cenderung kepada hiburan-hiburan pemborosan itu.

Setelah perempuan-perempuan muda Indonesia dimanjakan dengan kehadiran boysband Korea Maret lalu, yang menyisakan keprihatinan dibenak kita. Bagaimana tidak, banyak ABG, mahasiswa, dan bahkan anak SD sangat menggilai mereka, padahal tidak ada yang menarik dari boysband asal Korea itu. Cowok-cowok yang berpenampilan bak wanita itu sudah menyihir generasi muda wanita Indonesia. Kini promotor lokal akan mengadakan konser yang lebih berani lagi dengan mengundang artis yang selalu tampil tak senonoh dalam setiap performnya, Lady Gaga.

Rencananya Lady Gaga akan konser di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 3 Juni 2012 mendatang. Dengan HTM mulai dari Rp. 465.000 sampai Rp.2.250.000. Namun penolakan dari berbagai pihak pun bermunculan. Dengan alasan Sang Lady yang selalu berpenampilan tidak senonok dalam tiap performnya itu akan menodai citra bangsa Indonesia yang notabene berpenduduk mayoritas Islam ini.

Hanya karena ia adalah seorang artis yang tengah naik daun saat ini karena telah meraih beberapa penghargaan, lantas Big Daddy, sang promotor konser Lady Gaga ini tidak berpikir panjang tentang dampak yang akan timbul dengan konser itu. Entah sang promotor tidak tahu siapa itu Lady Gaga atau tidak mau tahu, yang pasti kehadiran sosok wanita yang lebih mirip striptist daripada penyanyi ini akan sangat menyakitkan bagi mayoritas Muslim di negeri ini. Meskipun pada kenyataannya artis-artis wanita Indonesia tidak lebih baik dari Lady Gaga. Tapi setidaknya jika konser ini terjadi maka akan melengkapi kehancuran dan kegagalan negeri ini dalam membina moral generasinya.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa moral generasi Indonesia sudah jauh dibawah batas kewajaran. Negeri ini seketika menjelma sebagai negeri bermoral bejad. Sebabnya tiada lain adalah karena globalisasi yang tanpa dibarengi dengan peningkatan iman. Skandal sex pejabat, artis, hingga beredar luasnya video-video mesum anak-anak sekolah. Sungguh memprihatinkan.

Dibuangnya Agama

Hanya satu hal yang menjadi penyebab semua keprihatinan itu terjadi, yaitu hilangnya nilai-nilai agama dalam diri generasi.  Masyarakat Indonesia telah meniadakan agama dalam pola kehidupan mereka. Inilah realita Negara sekuler yang meniadakan dan memisahkan agama dari Negara. Masyarakat tak lagi memikirkan benar salah menurut agama, atau baik tidak menurut agama. Mereka hanya memikirkan tentang kepuasan diri mereka sendiri, apapun jalannya. Jadilah bangsa ini bangsa yang tak berarah, tak punya tujuan bersama, lupa diri, lupa wibawa, lupa segalanya. Rupanya misi-misi zionisme telah berjalan lancar di bumi Indonesia. Mereka menguasai media-media pada umumnya lalu menyisipkan misi-misi mereka dalam setiap program media-media tersebut.

Untuk membutakan mata hati masyarakat, mereka menggempur dengan acara-acara hiburan yang jauh dari nilai pendidikan apalagi norma agama. Konser musik dan sinetron-sinetron yang telah melahirkan budaya-budaya baru masyarakat Indonesia, yaitu melankolisme, hedonisme, fatalisme dll. Tak ada lagi yang dicari masyarakat Indonesia saat ini kecuali hiburan, hiburan dan hiburan. Dan dengan sigap, televisi menyajikannya secara praktis. Jadilah televisi yang didominasi acara-acara hiburan itu sebagai tolok ukur pola kehidupan baru masyarakat kita dan meninggalkan agama.

Generasi muda Indonesia sudah tidak bangga lagi ketika salah satu anak bangsa menjadi juara olimpiade fisika, matematika atau yang lainnya. Masyarakat kini lebih bangga jika anak-anaknya bisa tampil di Tv menjadi terkenal. Generasi muda dan para orangtua kini malu jika anak-anaknya pergi mengaji atau mondok di pesantren-pesantren. Generasi muda lebih ingin menjadi artis, model, atau penyanyi. Mereka lebih bangga ketika bisa meniru idola-idola mereka lewat penampilan, skill dan gaya hidupnya yang super hedon. Lalu dimanakah letak agama yang seyogyanya akan menyelamatkan kehancuran bangsa ini di dunia maupun nanti di Akhirat. Ternyata sudah mereka buang ke kotak sampah, dan mengisi hari-harinya dengan karya-karya melankolis dan ideologi-ideologi paganism. Menyedihkan…

Seperti inilah jika agama sudah hilang dari jiwa manusia. Saat itu pula manusia hilang nilai kemanusiaanya, saat itu pula nilainya menjadi seperti binatang dan bahkan lebih rendah dari itu. Manusia akan dengan senang hati menjual dirinya untuk popularitas atau menjadikan dirinya sebagai budak fashion. Para wanita muslim dengan senang hati mengenakan pakaian-pakaian yang menjajakan aurat mereka. Sudah tidak ada lagi rasa malu, tidak ada lagi canggung, yang penting bisa tampil modis dan trendi, meski tubuh harus diumbar gratisan. Dari legging hingga hotpants, semua kini sudah terjaja dengan gratis, tak ada yang tersisa dari tubuhnya selain, seutas tali BH dan CD yang dengan jelas terlihat menjiplak dicelana. Inilah musim busana tanpa celana. Mereka lebih rela berdesakan dan bercampur antara laki-laki dan perempuan di tengah konser musik daripada duduk rapi dalam majelis ta’lim.

Allah SWT berfirman :

“….Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memper-turutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan. Kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun.” QS. Maryam: 58-60

 

Rasulullah SAW bersabda:

“Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: Laki-laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mirip ekor sapi untuk memukuli orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang dan berlenggak lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda:

“Allah tidak menerima amal ibadah seorang perempuan hingga ia menutup auratnya. Dan Allah tidak akan menerima shalat seorang perempuan yang telah cukup umur hingga ia berjilbab. HR. Thabrani

 

Ketertarikan

Masih ada kesempatan, masih terbuka peluang untuk membuat perubahan. Ternyata masih ada kajian-kajian agama yang diadakan diberbagai tempat. Kajian-kajian agama yang sangat bermanfaat bagi pengembalian moral generasi muda saat ini. Munculnya radio-radio dakwah, situs-situs Islam bahkan kajian-kajian umum yang digelar di tempat-tempat umum seperti Masjid Agung dll. Inilah bentuk tanggungjawab yang sesungguhnya. Bukan kampanye penggunaan alat kontrasepsi!

Namun program-program perubahan ini takan berjalan seperti yang diinginkan. Karena semuanya akan  kembali pada indinvidu masing-masing. Masalahnya bukan pada isi kajian atau kualitas pendakwah, tapi bagaiamana cara menanamkan ketertarikan generasi muda pada program-program ini. Dituntut kesabaran tingkat tinggi untuk melalui fase ini. Ajakan untuk mengkaji ilmu-ilmu agama tidak semudah ajakan untuk menghadiri konser musik. Ironis memang, ketika acara-acara hiburan itu menuntut bayaran yang tidak murah, kita tidak terlalu memperhitungkannya. Tapi ketika kajian-kajian agama yang digelar gratis, kita begitu berat menghadirinya. Ini dikarenakan tidak adanya ketertarikan, motivasi. Karena ini masalah hidayah Allah SWT yang bukan urusan kita. Kewajiban kita hanya menyampaikan bagaimana seharusnya.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman :

“Barangsiapa yang Allah sesatkan, maka baginya tak ada orang yang akan memberi petunjuk. Dan Allah membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan.” QS Al Araaf : 186

 

Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tak akan mendapatkan seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya. QS. Al Kahfi : 17

 

“Dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pun yang menjadi pemberi petunjuk baginya. Dan barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat menyesatkannya. Bukankah Allah Maha Perkasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) mengazab?” QS Az Zumar : 36-37

“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Alloh memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Alloh lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS Al Qashash: 56).

 

Balasan Allah Subhanahu Wata’ala

Dan dampak dari semua kekacauan ini adalah turunnya Adzab Allah SWT. Mungkin inilah yang akan menjadi pertimbangan terakhir kita dan bangsa ini untuk meninggalkan semua kekeliruan yang kini tengah dijalani. Tidak ada lagi hal paling mengerikan selain turunnya murka Allah SWT didunia maupun di Akhirat.

Akhirnya hanya doa selalu kita panjatkan di akhir, sebelum Allah SWT benar-benar menghancurkan bangsa ini. Semoga kita semua tidak menjadi penyebab turunnya murka Allah SWT untuk bangsa ini. Karena bencana yang melanda bangsa ini secara bertubi-tubi bukanlah karena peristiwa alam semata, semua terjadi karena tingkah laku kita yang telah dengan resmi mengundang bencana itu untuk diturunkan. Penghapusan hokum Allah SWT dalam pemerintahan, dibebaskannya minuman keras, homoseksual, freesex, dll. Semua itu adalah perilaku-perilaku yang menyebabkan turunnya adzab Allah SWT kepada suatu negeri.

Allah berfirman :

“Dan sekiranya penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan ayat-ayat Kami, maka Kami siksa mereka disebabkan apa yang mereka perbuat.” QS Al Araaf : 96

Kita pastikan, apakah penduduk negeri ini beriman? Bertaqwa? Untuk mengetahui jawabannya, lihat saja kenyataanya. Apakah berkah yang turun dari langit dan bumi? Ataukah bencana?

Jika konser artis lebih digemari daripada kajian agama gratis..apakah itu sebuah bukti bahwa penduduk negeri ini beriman dan bertaqwa?

Sebagai penutup, Rasulullah Shallallahu “alaihi Wasallam bersabda :

“Allah berfirman: “Wahai Adam!” maka ia menjawab: “Labbaik wa sa’daik” kemudian Allah berfirman: “Keluarkanlah dari keturunanmu delegasi neraka!” maka Adam bertanya: “Ya Rabb, apakah itu delegasi neraka?” Allah berfirman: “Dari setiap 1000 orang 999 di neraka dan hanya 1 orang yang masuk surga.” Maka ketika itu para sahabat yang mendengar bergemuruh membicarakan hal tersebut. Mereka bertanya: “Wahai Rasulullah siapakah di antara kami yang menjadi satu orang tersebut?” Maka beliau bersabda: “Bergembiralah, karena kalian berada di dalam dua umat, tidaklah umat tersebut berbaur dengan umat yang lain melainkan akan memperbanyaknya, yaitu Ya’juj dan Ma’juj. Pada lafaz yang lain: “Dan tidaklah posisi kalian di antara manusia melainkan seperti rambut putih di kulit sapi yang hitam, atau seperti rambut hitam di kulit sapi yang putih.”  (HR. Bukhari dan Muslim)

Wallahu ‘alam bisshowab.

Oleh : Ally MuhammadAbduh Ibnu Faridz

Penulis: Masjid Al-A'laa Taman teratai - Batam

Membangun Ukhuwah dan Keshalihan Umat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s