MUSLIM TERATAI

Media Informasi Muslim Perumahan Taman Teratai – Batam

Siapa Salman Rushdie, Penulis The Satanic Verses? Di Mana dia Sekarang?

Tinggalkan komentar

Image

ANDA tentu masih ingat dengan Salman Rushdie, penulis The Satanic Versesyang dicekal di India. Rushdie dicekal di India karena umat Muslim di sana, masih merasakan luka atas isi buku tersebut yang menghujat Islam.

Ahmed Salman Rushdie, 65, lahir di Bombay pada tanggal 19 Juni 1947. Rushdie adalah seorang Novelis dan penulis essay yang berkebangsaan Inggris. Ia telah menghasilkan banyak karya diantaranya Grimus, Midnight’s Children, Shame, The Jaguar Smile,The Satanic Verses, Haroun and the Sea of Stories, The Moor’s Last Sight, The Ground Beneath Her Feet, Shalimar the Clown, Luka and The Fire of Life.

Dibesarkan di India dan Pakistan, ia dididik di Inggris dan beremigrasi pada tahun 1965. Lulusan dari Universitas Cambridge (1968), Rushdie bekerja sebagai seorang aktor dan bintang iklan sampai keberhasilan novel keduanya, Midnight’s Children (1981,Booker Prize), memungkinkan dia untuk bekerja sebagai penulis penuh waktu.

Dari begitu banyak karya yang dihasilkan, beberapa kali ia mendapatkan penghargaan dari dunia. Gaya kepenulisannya sering diklasifikasikan kepada realisme magis dicampur dengan fiksi sejarah, dan tema yang dominan dari karyanya adalah kisah tentang koneksi yang luas, gangguannya, dan migrasi antara dunia Timur dan Barat.

Rushdie diangkat Bachelor Ksatria oleh Ratu Elizabeth II, untuk “pelayanan literatur” pada bulan Juni 2007. Dia memegang peringkat Commandeur des Arts et Lettres Ordre des dari Prancis. Dalam jangka lima tahun, ia terpilih sebagai Penulis Distinguished Residence di Emory University pada tahun 2007. Pada Mei 2008, ia terpilih untuk American Academy of Artsdan Sastra. Pada tahun 2008, di majalah The Times dia menduduki peringkat ketiga belas. Dan termasuk ke dalam “50 penulis Inggris terbesar sejak tahun 1945″.

Novel keempatnya, The Satanic Verses (1988), adalah pusat dari kontroversi besar yang menimbulkan protes dari Muslim di beberapa negara. Beberapa protes yang keras berupa ancaman kematian yang dikeluarkan untuk Rushdie, termasuk fatwa terhadap dirinya oleh Ayatollah Ruhollah Khomeini, Pemimpin Tertinggi Iran, pada tanggal 14 Februari 1989.

Publikasi The Satanic Verses pada bulan September 1988, langsung menimbulkan kontroversi di dunia Islam karena dianggap sebagai penggambaran yang tidak sopan kepada Nabi Muhammad. Judul mengacu pada tradisi Muslim yang disengketakan yang terkait dalam buku ini.

Menurut tradisi ini, Muhammad (Mahound dalam buku) menambahkan ayat (surah) ke dalam  Al-Qur’an dan menerima tiga dewi (lata, ‘uzza, dan manat), yang dulu disembah di Mekah sebagai makhluk ilahi. Menurut legenda, Muhammad kemudian mencabut ayat-ayat tersebut, kemudian ia mengatakan bahwa iblis mencobai Dia untuk mengucapkan baris-baris untuk menenangkan orang-orang Mekah.

Namun, narrator mengungkapkan kepada pembaca bahwa ayat-ayat yang disengketakan sebenarnya dari mulut  malaikat Jibril. Hal ini membuat buku The Satanic Verses dilarang di banyak negara dengan komunitas Muslim terbesar.

Rushdie berasal dari keluarga Muslim tetapi ia mengatakan bahwa ia tidak pernah benar-benar religius. Pada tahun 1990, dengan harapan bahwa hal itu akan mengurangi ancaman dari orang-orang Muslim yang menjalankan fatwa untuk membunuh dia, ia mengeluarkan pernyataan yang menyatakan ia telah memperbarui keimanan Muslim yang dimilikinya dan berkomitmen untuk bekerja dan lebih memahami agama di seluruh dunia. Namun, Rushdie kemudian mengatakan bahwa dia hanya “berpura-pura”.

Penghinaan terhadap Islam sebenarnya bukan berlangsung tahun-tahun belakangan ini saja. Dua dekade yang lalu, bisa dibilang nama Salman Rushdie telah menjadi salah satu orang yang memeloporinya. Rushdie yang lahir di Bombay, India pada 19 Juni 1947, menulis buku The Satanic Verses tahun 1998.

Sebagian besar umat Islam di dunia yang membaca isi buku itu melihat representasi Rushdie dalam menghujat Nabi Muhammad. Akibatnya buku itu, dilarang di banyak negara dengan komunitas Muslim besar.

Pada Hari Valentine tahun 1989, Radio Teheran mengumumkan fatwa dari Ayatollah Khomeini yang menyatakan bahwa Salman Rushdie harus dieksekusi mati. Khomeini bahkan mengimingi-imingi hadiah kepada siapa pun yang mau memburu Rushdie.

Setelah itu, Rushdie selalu berpindah-pindah dan bersembunyi. Dia disinyalir melakukan ini sampai sepuluh tahun.

Para ahli di Barat banyak mengatakan bahwa The Satanic Verses adalah buku terbaik yang ditulis oleh Rushdie. Ia pun dianugerahi gelar bangsawan oleh pemerintah Inggris di tahun 2007.

Menurut wisegeek, sekarang ini Salman Rushdie membagi waktunya antara New York dan Inggris. Dia menyatakan bahwa dia merasa lebih aman di New York daripada di tempat lain. Rushdie telah menulis 14 novel. [sa/islampos/wkpd]

 

Penulis: Masjid Al-A'laa Taman teratai - Batam

Membangun Ukhuwah dan Keshalihan Umat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s