MUSLIM TERATAI

Media Informasi Muslim Perumahan Taman Teratai – Batam

Islam Terus Dihujat, Umat Tak Boleh Tidur Nyenyak

Tinggalkan komentar

Image

KH Muhammad Al Khaththath
Sekjen FUI

Gagalnya konser artis setan Gaga di GBK 3 Juni lalu tidak boleh membuat kita gembira lalu berleha-leha. Sebab, kelompok anti Islam terus membuat makar. Selama pertarungan opini pro kontra konser artis setan Amrik yang lalu mereka terus menyerang umat sebagai kelompok intolerans, diskriminatif, melarang Gaga tapi membiarkan dangdut koplo dan artis local yang mereka katakan lebih parah dari si Gaga. Ketika dalam apel siaga FUI 1 Juni umat membakar semua gambar artis local seronok, mereka kehilangan sasaran tembak. 

Lalu mereka lempar isu lain, yaitu “intoleransi” terhadap minoritas. Mereka laporkan kasus GKI Yasmin dan aliran Nabi Palsu Ahmadiyah kepada sidang Dewan HAM PBB di Geneva. Karuan saja pemerintah marah dibuatnya. Sampai-sampai MUI dan ormas Islam diminta menetralisir isu itu di mimbar khutbah Jum’at.  

Belum cukup, melalui mulut Nurul Arifin, artis yang anggota DPR, nyinyir meminta Mendagri di DPR batalkan Perda Jilbab di Tasikmalaya dengan dalih perda itu diskriminatif dan bertentangan dengan Pancasila. Jangan biarkan kelompok intolerans membuat perda syariah dan polisi syariah seenaknya, begitu kira-kira kata artis yang antara tampilan dengan makna namanya sangat bertentangan. Nurul pura-pura tidak tahu bahwa Jilbab perintah Allah SWT, Allah Yang Maha Kuasa, Tuhan Yang Maha Esa di dalam Al Quran Surat Al Ahzab 59 kepada  para wanita muslimat untuk kebaikan mereka. Apakah Nurul berani mengatakan bahwa yang menurunkan Al Quran itu bukan Tuhan Yang Maha Esa yang diakui sebagai dasar Negara ini?  Juga Nurul pura-pura tidak tahu bahwa perda itu bukan buatan FPI atau ormas-ormas Islam yang kerap disebut kelompok intolerans. Perda Syariah di Bulukumba dibuat oleh rezim Golkar, partai Nurul. Juga perda syariah antimiras di Indramayu dibuat di zaman tokoh Golkar Jawa Barat, Kang Yance, sebagai Bupati Indramayu. Pernyataan ngawur Nurul itu akan mengurangi elektabilitas Kang Yance dalam Pilgub Jawa Barat. Padahal kampanye Yance: “Bersama ulama akan menjadikan Jawa Barat propinsi religious”.

Mestinya Golkar segera membersihkan orang-orang yang terkena penyakit islamophobia seperti Nurul.  Kalau model Nurul dipertahankan, dikhawatirkan suatu saat umat akan mempelesetkan Golkar sebagai singkatan dari Golongan Munkar. 

Di tengah serbuan opini memojokkan Islam, Allah SWT membongkar makar mereka dengan laporan seorang pembaca di harian Republika baru-baru ini tentang buku yang menyebut Nabi Muhammad saw. sebagai perampok! Jelas ini sikap yang sangat tidak toleran.  Belum pernah umat Islam melakukan hal seperti itu kepada mereka. Bahkan apa yang mereka sebut intolerans terhadap gereja selama ini juga tidak benar. Sebagai contoh, di sekitar Markas FPI di Petamburan Jakarta ada tiga gereja yang tidak pernah diganggu oleh FPI. Kalau tuduhan mereka benar, pasti tiga gereja itu sudah dirobohkan.

Serangan terhadap Nabi Muhammad saw. di tengah umat Islam Indonesia menunjukkan sikap tak punya perasaan toleran sama sekali dan sekaligus menunjukkan sikap arogan dari kaum minoritas yang sangat keterlaluan.  Penerjemah, editor, dan siapa saja yang membaca buku terjemahan karangan  Douglas Wilson, 5 Kota Paling Berpengaruh di Dunia yang diterbitkan Gramedia dengan ISBN-9789792280821 yang tidak mencegah buku tersebut diterbitkan dan dipasarkan secara terbuka melalui Jaringan Toko Buku Gramedia sungguh tidak punya rasa toleran dan sangat memandang remeh umat Islam Indonesia. 

Douglas Wilson, pastur dari Moskow itu, mungkin merasa aman karena Islam minoritas di Rusia. Di masa Stalin jutaan muslim dibunuh. Namun menyebarkan tulisan Wilson yang menyerang Nabi Muhammad saw. secara kasar di Indonesia adalah kebodohan dan kesombongan luar biasa. Apakah mereka sudah lupa kasus Arswendo Pimred Tabloid Monitor yang juga masuk dalam Kelompok Kompas Gramedia(KKG)? Wendo membuat survey akal-akalan menempatkan Soeharto sebagai tokoh nomor satu jauh mengungguli Nabi Muhammad saw. yang ditempatkan di nomor 11. Arswendo dibui lima tahun. Penerbitan terjemahan buku Wilson ini jauh lebih menusuk ulu hati umat Islam Indonesia!

Apalagi buku Wilson itu tidak obyektif, menyembunyikan sejarah kota Madinah yang pernah menaklukkan Rumawi dan Persia, lalu kejayaan Baghdad yang telah menyelamatkan bahkan mengembangkan ilmu pengetahuan Yunani, dan kota-kota Andalusia yang menjadi tempat belajar para mahasiswa Eropa menjelang renaissance seperti Sevilla, Cordova, dan Granadha. Apa Wilson tidak tahu pengaruh Ibnu Rusyd (Averroes) dan Ibnu Sina (Avicenna) kepada kemajuan Barat? Juga Istambul yang menjadi adidaya selama ratusan tahun sebelum London? Siapa yang mempengaruhi semua itu kalau bukan Muhammad saw. yang dia nistakan sebagai perampok?

Mustahil dia tidak tahu.Tapi dalam rangka pengkerdilan terhadap Islam dan umat Islam dia lakukan serangan kasar itu.  

Sayang KKG yang didirikan Jacob Oetama menerbitkan terjemahan yang tidak layak beredar di Indonesia itu. Mestinya Pak Jacob segera membersihkan KKG dari anasir anti Islam demi toleransi.  Apalagi  Pak Jacob kabarnya sudah masuk Islam dan sering melaksanakan umroh. Tindakan cepat harus beliau lakukan sebelum kemarahan umat meledak tak tertahankan.

Bagi umat Islam, banyaknya serangan kepada Islam seharusnya menyadarkan mereka bahwa hari ini bukan saatnya tidur nyenyak. Allahu Akbar!

Penulis: Masjid Al-A'laa Taman teratai - Batam

Membangun Ukhuwah dan Keshalihan Umat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s