MUSLIM TERATAI

Media Informasi Muslim Perumahan Taman Teratai – Batam

Mohammad Mursy, Presiden Baru Mesir

Tinggalkan komentar

Image

Komisi Pemilihan Presiden Mesir (PEC) mengumumkan, calon presiden Ikhwanul Muslimin Mohamed Mursy menjadi presiden berikutnya Mesir, Minggu.

Mursy akan menjadi presiden sipil pertama sepanjang sejarah,  sejak berdirinya republik Mesir. Mursy merupakan tokoh sipil, yang berhasil memenangkan pemilihan presiden melawan militer.

Ini merupakan perjuangan yang sangat panjang Jamaah Ikhwan di Mesir melawan para tiran, dan kemudian Jamaah Ikhwan berhasil mengalahkan para tiran dan militer.

Perjuangan Ikhwan berlangsung  hampir 100 tahun, sejak berdirinya di tahun 1928, dan terus menghadapi para tiran, dan Ikhwan  kosisten (istiqomah) dalam dakwah  dan menegakkan cita-citanya, khususnya mendidik, dan mengarahkan umat, agar  memahami Islam, sebagai agama dan pendoman yang sempurna.

Farouq Sultan, Ketua PEC mengumumkan bahwa Morsy mendapatkan dukungan  51,73 persen suara, sedangkan lawan politiknya Marsekal Ahmed Shafiq hanya mendapatkan 48,27 persen suara, ungkapnya. Sementara jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya hanya  26,4 juta dari 50.950.000 atau hanya 50 persen. Sementara itu, hampir 1 juta suara dihitung dinyatakan sebagai tidak sah.

Ratusan ribu pendukung Morsy berkumpul di Tahrir Square, di mana mereka meluapkan kegembiraan dan rasa syukur mereka atas kemenangan Mursy. Mereka merayakan kemenangna Mursy di hampir seluruh kota besar di Mesir.

Ini merupakan peristiwa yang paling  dramatis sepanjang sejarah Mesir. Rakyat berhasil menggulingkan pemerintahan Mubarak, melalui sebuah revolusi. Dan lebih 1000 demonstran yang gugur di Tahrir Square, menghadapi kekuatan polisi dan militer Mesir, Januari lalu.

Ikhwan layak mendapatkan kemenangan atas perjuangannya. Karena Gerakan Islam ini tidak pernah berhenti berjuang dalam menegakkan Islam di Mesir, dan wilayah-wilayah lainnya di dunia. Mereka sudah merasakan pahitnya perjuangan. Merekan diburu, ditangkap, dipenjara, disiksa, dibunuh, digantung, dan diusir dari negaranya.

Ikhwan sekarang memiliki lebih 80 cabang di seluruh dunia. Ikhwan aktif berdakwah dan mendidik umat dan masyarakat agar mereka memahami Islam, dan menjadikan Islam sebagai pedoman hidup mereka, dan sebagai risalah dan syariah yang sempurna.

Ketika Palestina di rampas oleh Zionis-Israel, di tahun l948, pemimpin dan pendiri Ikhwan Hasan Al-Banna, menyerukan kepada para pengikutnya dan para mujahid pergi berjihad ke Palestina. Ribuan pengikutnya dan para mujahid, kemudian pergi ke Palestina membebaskan negeri  yang mulia itu dari cengkeraman Zionis. Perjuangan membebaskan Palestina tidak pernah berhenti, hingga kini.

Dari generasi ke generasi perjuangan membebaskan tanah Palesina itu, tidak pernah berhenti. Sejak zamannya Hasan al-Banna, yang dilanjutkan oleh generasinya Izzuddin al-Qassam, Syeikh Ahmad Yasin, sampai generasi baru seperti Khaled Misy’al serta Ismail Haniya. Jamaah Ikhwan memiliki komitmen yang tinggi terhadap pembebasan tanah yang dimulaikan dan tempat para syuhada dan lahirnya para Nabi, yaitu Palestina.

Jamaah Ikhwan, ikut terlibat aktif, membebaskan bumi Afghanistan, saat negeri itu di kuasai oleh Uni Soviet. Mursyid ‘Aam Jamaah Ikhwan, Syeikh Mustafa Masyhur, berulang kali mengunjungi Pakistan, dan bertemu dengan para pemimpin dan tokoh Gerakan Islam di Pakistan. Langkah pembebasan Afghanistan itu, dilanjutkan oleh Syeikh Abdullah Azzam, yang menggalang para mujahid, dari seluruh dunia, pergi berjihad ke Afghanistan, dan berhasil mengakhiri penjajahan Soviet di Afghanistan.

Kemenangan Mursi akan mempunyai dampak strategis, di seluruh kawasan dunia Arab. Karena, sebelumnya Washington, mendukung militer Mesir (SCAF), akibat tekanan lobbi Yahudi, yang sangat kuat. Karena menurut Washington, yang dapat menjamin kepentingan Washington dan Tel Aviv di Mesir dan Timur Tengah, hanyalah militer.

Belum jelas. Apakah Mursy yang menjadi presiden baru Mesir itu, sesungguhnya akan memiliki kewenangan? Karena, kewenangannya itu, sebelumnya telah dilucuti oleh militer melalui dekrit. mshd

 

Mesir Menyambut Presiden Baru Dengan Damai

Image

KAIRO – Kekhawatiran dari berbagai kalangan mengenai kemungkinan timbulnya bentrokan antara pendukung Mohamed Mursi, calon presiden dari Ikhwanul Muslimin, dan pendukung Ahmed Shafik, capres loyalis mantan Presiden Hosni Mubarak, seputar penolakan hasil Pilpres ternyata tidak terbukti.

Ribuan pendukung Mohamed Mursi gegap gempita menyambut kemenangan tersebut di Bundaran Tahrir, pusat kota Kairo dan berbagai kota di seantero negara itu, menyusul pengumuman hasil Pilpres oleh Komisi Tinggi Pemilihan Presiden pada Sabtu (24/6/2012) petang.

Sebaliknya, pendukung Shafik yang sedianya dijadwalkan kembali rapat akbar di Lapangan Makam Pahlawan di Distrik Madinet Nasr, Kairo timur pada Minggu (24/6/2012) malam tidak melaksanakan pertemuan itu.

Padahal sehari sebelumnya, pada Sabtu, ribuan pendukung Shafik untuk pertama kali unjuk kekuatan di lapangan makam tempat terbunuhnya Presiden Anwar Saddat pada 1981 tersebut.

Dugaan adanya bentrokan itu membuat Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata (SCAF) menginstruksikan aparat militer dan kepolisian untuk siaga penuh di seantero negara guna mengantisipasi situasi memburuk pasca-pengumuman hasil Pilpres.

SCAF juga telah memperingatkan semua pengunjuk rasa untuk tidak melanggar hukum yang berlaku selama melangsungkan aksi demo mereka. Selain itu, Kementerian Kesehatan dalam maklumatnya menyatakan pihaknya telah menyiagakan ambulans di berbagai tempat untuk mengantisipasi hal serupa.

Sejumlah pendukung Shafik yang sudah mulai mendatangi Makam Pahlawan Tak Dikenal itu pada Minggu malam, namun mereka secara berangsur meninggalkan tempat tersebut setelah mendengar kekalahan tokoh mereka.

“Inilah demokrasi, kami harus menerimnya dengan legowo,” kata Aiman Rashad, salah satu pendukung Shafik, sambil mengibarkan bendera nasional Mesir, Minggu (24/6/2012).

Shafik juga membatalkan rencana konferensi pers pada Sabtu malam yang sedianya dilakukan di alun-alun New Cairo, kawasan elit di Kairo Timur, seusai pengumuman hasil Pilpres.

Sementara itu, Moursi kepada wartawan menyampaikan terima kasih kepada rakyat Mesir atas kepercayaan yang diberikan. “Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ini adalah amanat rakyat yang harus saya emban dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Para pengamat menilai, ini merupakan pemilihan presiden paling demokratis dalam sejarah Mesir modern sejak negara itu berubah bentuk dari Negara Kerajaan menjadi Republik dalam revolusi 1952. (Kompas)

Penulis: Masjid Al-A'laa Taman teratai - Batam

Membangun Ukhuwah dan Keshalihan Umat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s