MUSLIM TERATAI

Media Informasi Muslim Perumahan Taman Teratai – Batam

Istri Presiden Baru Mesir Itu Lebih Suka Dipanggil Umi Ahmad Ketimbang Ibu Negara

Tinggalkan komentar

Image

NAGLAA Ali Mahmoud, istri Presiden Mesir yang baru terpilih, langsung memukau dunia dengan kerendahan hatinya. Perempuan yang tidak pernah duduk di bangku kuliah itu tampak seperti perempuan Mesir kebanyakan yang mengenakan jilbab.

Naglaa pun tidak menggunakan nama belakang nama suaminya—Mursi, karena ia menilai hal itu merupakan budaya Barat. Dia juga menolak dipanggil ibu negara (first lady). Ia lebih suka dipanggil Umi Ahmad, nama panggilan tradisional yang mengidentifikasi dirinya sebagai ibu dari Ahmad, anak sulungnya.

Sepanjang sejarah pemerintahan modern di Mesir, dialah istri pemimpin negara pertama yang mengenakan jilbab. Berbeda dari istri para pendahulu suaminya yang dikenal mengikuti tren fesyen dan sangat bergaya Barat.

Sikap Naglaa kian memperkuat nuansa Islami di Mesir pasca terpilihnya Muhammad Mursi, tokoh Ikhwanul Muslimin yang dikenal taat dan sederhana. Mursi masih menjalankan shalat Subuh berjamaah di masjid yang biasa ia datangi sebelum jadi presiden.

Naglaa Ali Mahmoud (50 tahun) sangat berbeda dengan sosok istri presiden sebelumnya—Suzanne Mubarak dan Jihan el-Sadat. Berbeda dengan keduanya yang lebih suka menyendiri, berbusana mengikuti mode Barat dengan tata rambut dan gelar tinggi sebagai “ibu negara”, Naglaa tetap sederhana, Islami, dan merakyat.

Bagi beberapa orang, Naglaa mewakili perubahan yang diinginkan. Nagla menjadi wanita di istana kepresidenan yang terlihat dan hidup seperti saudara dan ibu semua orang Mesir.

Naglaa tidak memilih hidup glamour sebagaimana lazimnya istri pejabat tertinggi di sebuah negara. Ia tetap Naglaa yang selama ini dikenal kerabat, teman, dan tetangganya.

“Orang seperti Suzanne Mubarak adalah orang-orang aneh… Anda tidak bisa melihat mereka berjalan di jalan. Sikap Naglaa sekarang ini adalah apa yang kita butuhkan: perubahan,” ” kata Mariam Morad, seorang mahasiswa psikologi. “

Sementara Saber Dalia, dosen teknik, berkata, “Dia terlihat seperti ibu saya, dia terlihat seperti ibu suami saya, dia mungkin terlihat seperti ibu Anda dan ibu bagi semua orang.”

Baginya, Mursi dan Naglaa adalah bagian dari revolusi di dunia Arab sekarang: orang-orang biasa yang berkuasa. “Mereka orang-orang seperti kita,” katanya. “Ini adalah bantuan asing bagi masyarakat. Orang-orang merasa bahwa ada perubahan.”

Naglaa sendiri dibesarkan di kawasan miskin, di desa kecil dari El Adwa, di Delta Nil, provinsi Sharqiya, tetapi ia unggul dalam program teknik di Universitas Kairo.

Tiga hari setelah pernikahan mereka, ia berangkat ke Los Angeles, untuk menyelesaikan gelar Ph.D. di University of Southern California. Ia lulus SMA dan belajar bahasa Inggris di Kairo. Satu setengah tahun setelah pernikahan mereka, ia bergabung dengan suaminya di Los Angeles.

Ia menjadi relawan di Gedung Mahasiswa Muslim, berdakwah untuk para wanita yang tertarik dengan Islam.

Saat itu, di Los Angeles, dia dan suaminya pertama kali diundang untuk bergabung dengan Ikhwanul Muslimin, tawaran yang nantinya akan menentukan hidup mereka.

Dua dari lima anak mereka lahir di Los Angeles dan memegang kewarganegaraan Amerika. Setelah Mursi menyelesaikan gelarnya, Naglaa awalnya tidak ingin meninggalkan Los Angeles. Tapi Mursi ingin anak-anaknya dibesarkan  di Mesir.

Setelah mereka kembali, tahun 1985, Mursi mengajar ilmu teknik di Universitas Zagazig, dekat kota kelahirannya, di utara Kairo, dan mulai aktif di Ikhwanul Muslimin. Naglaa menjadi seorang ibu rumah tangga dan mengajar anak-anak gadis tentang pernikahan.

“Yang saya inginkan adalah untuk tinggal di tempat sederhana di mana saya bisa melaksanakan tugas saya sebagai istri. Sebuah tempat seperti istana presiden sepenuhnya mengisolasi saya dari dunia.. ” kata Naglaa.  [nr/onislam]

Penulis: Masjid Al-A'laa Taman teratai - Batam

Membangun Ukhuwah dan Keshalihan Umat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s