MUSLIM TERATAI

Media Informasi Muslim Perumahan Taman Teratai – Batam

MUI: Hotel Golden Boutique Lecehkan Kiyai

Tinggalkan komentar

Image

Jakarta – Tindakan manajemen Hotel Golden Boutique melarang  ulama untuk memasuki restoran dengan alasan karena mengenakan sarung, menuai banyak kecaman. Salah satu yang angkat bicara mengenai hal tersebut adalah ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Amidhan.

Dengan geram KH. Amidhan mengungkapkan, tindakan Hotel Golden Boutique adalah pelecehan terhadap umat Islam dan para kiyai.

“Setidak-tidaknya itu adalah tindakan pelecehan kepada umat islam dan kepada para kiyai di Indonesia. Apa yang dilakukan oleh manajemen hotel merupakan tindakan diskriminatif yang cenderung melanggar Hak Asasi Manusia,” kata Kyai Amidhan.

Ia juga sangat menyesalkan tindakan Hotel Golden Boutique yang dinilai diskriminatif.

“Pokoknya apa yang terjadi pada kiyai Misbahul Anam adalah tindakan diskriminatif, kami sangat menyesalkan, apalagi menjelang bulan Ramadhan begini,” tegasnya.

KH.Amidhan kembali menegaskan bahwa apa yang dilakukan oleh Golden Boutique Hotel tersebut merupakan tindakan yang tidak seharusnya terjadi di Indonesia.

“Wah itu tindakan diskriminatif yang dilakukan oleh manajemen Hotel Golden Boutique. Itu sebenarnya tidak boleh terjadi  di dalam negara demokrasi Pancasila seperti Indonesia ini,” ungkapnya kepada Suara Islam Online pada Jumat (06/07/2012).

KH.Amidhan pun merasa heran dengan tindakan Hotel Golden Boutique yang irasional.

 “Kami sangat menyesalkan, apalagi itu terjadi di saat kita menyambut bulan Ramadhan ini. Nanti di bulan Ramadhan akan banyak orang yang pakai sorban dan bawa sajadah di waktu berbuka maupun sahur,” ujarnya dengan nada heran.

Dengan geram Kyai Amidhan juga memprotes perlakuan  Hotel Golden Boutique terhadap KH. Misbahul Anam yang merupakan tamu VIP di hotel terebut.

“Harusnya kiyai Misbahul Anam mendapatkan perlakuan dan fasilitas sebagaimana mestinya, karena dia tamu VIP kan?” ujarnya retoris.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Hotel Golden Boutiqe telah berani bersikap arogan terhadap ulama yang menjadi tamu VIP Ditjend Kesbangpol Kementrian Dalam Negeri dalam acara “Sarasehan Tokoh Agama dan Ormas Keagamaan” yang diselenggarakan di hotel tersebut pada Rabu (04/07/2012) dan berakhir pada Jumat (06/07/2012).

Dalam sebuah kesempatan istirahat, salah seorang tokoh senior dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Front Pembela Islam (FPI), KH. Misbahul Anam, dilarang memasuki restoran. Alasan yang dikemukakan adalah, KH. Misbahul dinilai tidak sopan sebab memasuki hotel dengan mengenakan sarung. Sungguh keterlaluan!

Iklan

Penulis: Masjid Al-A'laa Taman teratai - Batam

Membangun Ukhuwah dan Keshalihan Umat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s