MUSLIM TERATAI

Media Informasi Muslim Perumahan Taman Teratai – Batam

Kasus “Green-On-Blue” Afghanistan Yang Menakutkan Amerika

Tinggalkan komentar

Image

SEIRING desas-desus yang berkembang bahwa pasukan Amerika dan koalisinya akan hengkang dari Afghanistan sebelum akhir 2014, para pejabat militer Amerika tampaknya meremehkan pentingnya peningkatan jumlah tentara mereka di negara itu. Atau mungkin juga mulai lelah, selain meremehkan.

Pada bulan Mei, pasukan keamanan Afghanistan, yang diperkirakan mencapai 350.000 personil, mengambil alih tanggung jawab keamanan Afghanistan. Namun itupun baru hanya 75 persen dari populasi nasional.

Tapi lonjakan serangan terhadap pasukan koalisi di Afghanistan oleh pasukan-pejuang Taliban menimbulkan keraguan lebih lanjut; apakah Afghanistan, sebuah negara yang dirusak oleh perang selama lebih dari tiga dekade perang dan sekarang diganggu oleh korupsi, pembelotan dan perdagangan narkoba global, akan kembali aman seperti semula layaknya sebelum Amerika, NATO dan Russia datang?

Tahun lalu, antara Januari dan Juni, 24.590 tentara Afghanistan berhenti. Tahun sebelumnya (2010) 11.423 yang “pensiun dini”, demikian dilaporkan The Washington Post.

Jenderal John R. Allen, komandan penting di Afghanistan, menyebut bahwa “musuh dalam selimut” mengikis kepercayaan publik terhadap pasukan Afghanistan dan koalisi Amerika-NATO.

Meskipun koalisi terus berjalan, jumlah serangan terus meningkat. Sejauh ini, koalisi pimpinan AS telah melaporkan 20 serangan yang menewaskan 27 tentara koalisi dan NATO. Di bulan Mei silam, serangan terhadap pasukan AS naik 20% dan tahun ini kecepatannya bahkan sudah meningkat 50 persen daripada tahun 2011. Tahun lalu, hanya ada 21 serangan yang mengakibatkan kematian 35 tentara asing. Itu adalah jumlah tujuh kali lebih serangan terhadap pasukan koalisi oleh rakyat Afghanistan daripada semua serangan yang terjadi di 2007 dan 2008.

Angka-angka ini mewakili masalah yang ada di Afghanistan.  Pekan lalu, ISAF (kesatuan tentara Afghanistan) melaporkan bahwa “seseorang yang mengenakan seragam Angkatan Nasional Afghanistan Keamanan” menembak dan menewaskan tiga pegawai sipil di Afghanistan Barat. Itu adalah pertama kalinya seorang anggota pasukan Afghanistan menghabisi penukung Barat, bukan personil militer.

Pengadilan Afghanistan, pada 17 Juli lalu, menghukum seorang tentara Afghanistan untuk pertama kalinya dalam kasus yang disebut “Green On Blue”. Pengadilan menyatakan bahwa si prajurit bersalah karena membunuh empat tentara Prancis dalam serangan di bulan Januari dengan lokasi di Provinsi Kapisa,  demikian The Associated Press melaporkan.

Serangan ini langsung membuat Prancis mempercepat jadwal penarikan pasukan dari Afghanistan, dan sekarang mereka berencana untuk menarik pasukan tempurnya keluar pada akhir tahun ini.

Meskipun demikian, koalisi 50-negara, secara resmi dikenal sebagai Pasukan Bantuan Keamanan Internasional, mengatakan insiden ini tidak menentu dan tidak akan menghambat pengunduran diri dari perang yang telah berlangsung selama 10 tahun. [sa/islampos/the daily beast]

Penulis: Masjid Al-A'laa Taman teratai - Batam

Membangun Ukhuwah dan Keshalihan Umat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s