MUSLIM TERATAI

Media Informasi Muslim Perumahan Taman Teratai – Batam

Inilah Keputusan Ormas Islam Dan Pemerintah Tentang Idul Fitri 1433 H

Tinggalkan komentar

Image

Sungguh tidak terasa, sebentar lagi bulan Ramadhan yang agung akan segera berakhir. Saatnya umat Muslim di dunia merayakan hari kemenangan, yaitu Idul Fitri. Khusus di Indonesia perayaan Idul Fitri pada tahun ini kemungkinan akan dilaksanakan secara serempak, meskipun terjadi perbedaan dalam permulaan bulan Ramadhan. Berikut keputusan beberapa ormas Islam dan pemerintah terkait pelaksanaan Idul Fitri 1433 Hijriyah.

Muhammadiyah, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan Idulfitri 1 Syawal 1433 Hijriah jatuh pada hari Ahad, 19 Agustus 2012. Ketetapan diumumkan melalui Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 01/MLM/I.0/E/2012 TENTANG PENETAPAN HASIL HISAB RAMADHAN, SYAWWAL, DAN DZULHIJJAH 1433 HIJRIYAH SERTA HIMBAUAN MENYAMBUT RAMADHAN 1433 HIJRIYAH.

Ketetapan yang ditandatangani Ketua Umum PP Muhammadiyah, HM Din Syamsuddin, dan di Tanda-tangani juga oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah .

Dengan ditetapkannya tanggal 1 Syawal lebih dulu, PP Muhammadiyah mengimbau masyarakat agar dapat menanggapinya secara cerdas. Masyarakat diminta memahami dan menghargai perbedaan, menjunjung keutuhan dan toleransi antar umat muslim serta mengutamakan nilai ibadah itu sendiri. Khususnya warga Muhammadiyah, diharap agar tetap berpegang teguh pada hasil hisab Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Nahdatul Ulama, Penetapan hari Raya Idul Fitri 1433 H oleh Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah dipastikan sama, yakni 1 Syawal 1433 Hijriah jatuh pada hari Ahad, 19 Agustus 2012.

Wakil Ketua Lajnah Falakiyah Pengurus Besar Nahlatul Ulama (PBNU) Slamet Hambali mengatakan,pada tanggal tersebut ketinggian hilal sudah mencapai 6 derajat 43 menit. “Jadi hampir 7 derajat. Ini dipastikan hilal sudah terlihat, dan sudah masuk 1 syawal,” ujarnya kepada SINDO pada tanggal 13 Agustus 2012.

Slamet yang juga anggota tim Badan Hisab Rukyat (BHR) Provinsi Jawa Tengah ini menambahkan, hilalsudah bisa dilihat pada ketinggian diatas 2 derajat. Namun demikian kegiatan rukyat hilal tetap dilakukan, termasuk sidang isbath. “Kalau Muhammadiyah memastikan 19 Agustus, maka Idul Fitri antara NU dan Muhammadiyah Insya Allah akan sama,”terangnya.

Berdasarkan perhitungan itjima untuk 1 Syawal akan terjadi pada 17 Agustus 2012 pada pukul 22.55 WIB. Sementara jika mendasarkan proses terbenamnya matahari dan bulan, maka pada Jumat 17 Agustus persyaratan bulan belum terbenam tidak terpenuhi. Sehingga diputuskan 1 Syawal 1433 H jatuh pada 19 Agustus 2012. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan, 1 Syawal di Indonesia dengan di Makkah juga akan jatuh pada 19 Agustus 2012.

Persatuan Islam (Persis), ijtima akhir Ramadan terjadi pada Jumat, 17 Agustus 2012 pukul 22.54.32 WIB. Posisi bulan saat maghrib 17 Agustus 2012 di seluruh Indonesia masih di bawah ufuk (Pelabuhan Ratu -4?33’23” dan di Jayapura -6?58’ 27”). Sehingga bulan belum wujud menjadi hilal.

Kemudian, Jumat, 17 Agustus 2012 saat Maghrib (malam Sabtu) di seluruh Indonesia hilal ghair imkanir rukyat. Karena bulan masih di bawah ufuk, maka 1 Syawal ditetapkan Ahad, 19 Agustus 2012.

Majelis Ulama Indonesia (MUI), “Dapat dipastikan tidak ada perbedaan antara Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Persatuan Islam (Persis), Al-Irsyad, Al-Washliyyah dan Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia (DDII),” kata Drs KH Slamet Hambali M.Si, anggota Badan Hisab Rukyat Pusat dalam halaqah alim ulama MUI Jateng.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng Dr KH Ahmad Darodji MA mengusulkan agar Presiden menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang kesepakatan penentuan awal Ramadan dan 1 Syawal.

“PP tersebut berisi kesepakatan-kesepakatam para ahli falak baik menyangkut imkanurrukyat, hisab, rukyah maupun itsbat. Dengan adanya PP itu nantinya semua harus taat dan patuh sehingga umat Islam Indonesia bisa melaksanakan puasa Ramadan serentak bersama-sama dan Idul Fitri 1 Syawal juga bersama-sama,” tutur Kiai Darodji.

Menurut Darodji, jangan ada lagi perbedaan awal Ramadan maupun Idul Fitri. Karena, pendekatan dakwah jelas sangat tidak menguntungkan. “Bagaimana mau menyatukan umat, menyatukan Ramadan dan Idul Fitri saja tidak mampu? Karena itu butuh ada PP yang diterbitkan oleh Presiden,” katanya.

Menurut Dr Ing Khafid dari Lajnah Falakiah PBNU, umat Islam Indonesia aneh. Garis tanggal hijriyah di Indonesia bisa melewati atap rumah-rumah umat Islam, sehingga dalam satu keluarga bisa memulai dan mengakhiri Ramadan pada hari yang berbeda-beda.

Ketua Komisi Fatwa MUI Jateng KH Kharis Shodaqoh menjelaskan, berdasarkan pendapat jumhur ulama, dalam penentuan awal Ramadan dan 1 Syawal melalui metode rukyah atau istikmal. Maka metode lain seperti melibatkan metode astronomi dan hisab sifatnya hanyalah pendukung atau penguat rukyatul hilal.

Menurut Kiai Slamet Hambali, berdasarkan hisab, pada Sabtu Wage 18 Agustus atau 29 Ramadan 1433 H, tinggi hilal kurang lebih 6 derajat dan matahari terbenam pada pukul 17.40.

Pemerintah
, Kementerian Agama (Kemenag) telah menyiapkan sidang isbat penetapan 1 Sya­wal 1433 H. Rencananya si­dang isbat ini akan digelar pada hari Sabtu (18/8).

Kepala Pusat Informasi dan Humas (Pinmas) Ke­me­nag Zubaidi di Jakarta ke­marin (4/8) menuturkan, per­siapan pelaksanaan sidang isbat sudah matang. Dia me­nuturkan jika pada sidang isbat itu diputuskan bahwa hilal sudah terlihat, maka pemerintah menetapkan leba­ran jatuh pada 19 Agustus.

Zubaidi juga menegaskan jika sidang isbat penetapan 1 Syawal 1433 H nanti tetap digelar terbuka untuk media. Sidang ini berjalan terbuka seperti pada saat sidang isbat penetapan 1 Ramadan 1433 H lalu. “Tidak benar jika sidang isbat akan kita gelar tertutup,” katanya.

Sebelumnya muncul kabar jika Kemenag tidak lagi meng­gelar sidang isbat secara ter­bu­ka. Kabar ini muncul karena pada isbat penetapan 1 Ra­madan 1433 H lalu masyarakat disuguhi banyaknya per­de­batan pada saat penetapan awal puasa. Saking lamanya, penetapan awal puasa muncul lebih dari satu jam setelah azan Isya.

Perjalanan sidang isbat yang diwarnai banyak per­debatan ini disebut tidak baik jika menjadi tontonan masya­rakat. Sebab bisa me­nim­bulkan kesan jika umat Islam di Indonesia tidak kompak. Hanya untuk urusan pene­tapan 1 Ramadan saja de­batnya cukup panjang.

Keputusan Kemenag tetap menjalankan sidang isbat se­cara terbuka dikuatkan dengan pernyataan Menag Sur­ya­dhar­ma Ali. “Nanti jika di­gelar tertutup, kita disebut me­rekayasa hasil isbat,” ujar Suryadharma Ali.

Untuk itu Suryadharma Ali me­ne­gas­kan sidang isbat tetap dija­lankan secara terbuka dan boleh diliput media. Jika nanti tetap ada perdebatan panjang bagaimana? “Perbedaan itu sudah biasa,” ujar Menag.

Meskipun belum ada kete­tapan resmi, kemungkinan besar tidak ada perbedaan penetapan 1 Syawal di antara ormas-ormas besar dengan pemerintah. 1 Syawal 1433 H diprediksi bakal jatuh pada 19 Agustus 2012.

SDA juga mengatakan, Kemenag akan menyebar un­dangan isbat penetapan 1 Sya­wal kepada seluruh ormas Islam yang ada di Indonesia. Dia tidak mau ambil pusing jika nanti ada salah satu or­mas yang tidak mau ikut atau mem­boikot sidang isbat. “In­tinya kami sudah me­ngun­dang. Per­kara datang atau tidak, ter­serah mereka,” tambah Suryadharma Ali. [sm/islampos/beritamuslim/berbagaisumber]

Penulis: Masjid Al-A'laa Taman teratai - Batam

Membangun Ukhuwah dan Keshalihan Umat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s