MUSLIM TERATAI

Media Informasi Muslim Perumahan Taman Teratai – Batam

Begini Campur-Aduk Media Hancurkan Generasi Muda Islam

Tinggalkan komentar

ImageKETIKA Perang Vietnam berlangsung, sebagian tentara Amerika ditahan oleh komunis Vietnam. Namun, herannya, ketika dibebaskan, tentara-tentara ini malah berkoar-koar tentang paham komunis di sebuah radio yang ditujukan untuk tentara Amerika lainnya. Usut punya usut, selama jadi tahanan, para tentara Amerika ini terus-menerus dijejali tentang paham komunis.

Kaidah ini sama dengan kaidah psikologi hipnotisme yang digunakan oleh siapapun yang tidak ridho kepada Islam lewat media, untuk menerapkan paham dan nilai-nilai mereka. Satu perkara baru yang sensitif dianggap aneh atau tabu akhirnya bisa menjadi perkara yang biasa saja dan masyarakat lupa jika berulang kali didengar atau dipaparkan. Kaidah repetitif hipnotisme ini sangat berkesan.

Contohnya, homoseksual menjadi kebanggaan malah diberi hak berkelakuan tak senonoh dan dilindungi oleh undang-undang sekular. Kita tentu sekarang melihat bagaimana seorang personil grup band di negeri ini, yang dua tahun lalu seorang pesakitan, menzinahi beberapa wanita, sekarang menjadi seorang hero—membintangi sebagian iklan kartu seluler, hingga konsernya dimana-mana.

Dalam ajaran islam, Allah dan Rasulnya juga menggunakan kaidah repetitif brain wash ini. Kita shalat lima kali sehari, membaca al-Fatihah dalam setiap rakaat. Justeru, kita tahu bahawa seseorang yang telah menerima bahwa Tiada Tuhan yang layak disembah selain Allah dan Muhammad sebagai utusan Allah dan menjadi ikutan hidupnya, akan dibersihkan otaknya (brain wash) dari segala aqidah yang salah, pemahaman yang karut-marut dan segala sifat yang keji.

Perlu diingat, bahwa kaidah tipu daya setan yang sangat populer ialah mencampur-adukkan banyak hal, baik sedikit ataupun banyak. Contohnya, berjuta manusia terpedaya dengan ramah-tamah, baik budi pemurah Mother Theresa, mencampur adukkan kebaikan, membantu fakir miskin namun di samping itu, ia pun membawa misi Trinity menyembah Bapa Tuhan, Anak dan ‘holy spirit’ menggantikan Allah yang Esa. Dalam konsep Islam, hal ini tentu tak bisa diterima begitu saja.

Jadi seperti kata Malcolm X, “If you’re not careful, the newspaper will have you hating the people who are being oppressed, and loving the people who are doing the oppression.” [sa/islampos]

Penulis: Masjid Al-A'laa Taman teratai - Batam

Membangun Ukhuwah dan Keshalihan Umat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s