MUSLIM TERATAI

Media Informasi Muslim Perumahan Taman Teratai – Batam

Sign Design : Bisnis Seni Creative Yang Bisa Diandalkan

Saat ini tentunya kita sering melihat dijalan-jalan banyak poster, spanduk, billboard atau bahkan tidak jarang ketika kita bepergian mendapat selebaran dalam bentuk brosur ataupun leaflet. Media-media komunikasi seperti poster, brosur, leaflet, spanduk, billboard dan lainnya menyuguhkan beragam infomasi mulai dari produk maupun jasa. Pernahkah Anda berhenti atau membaca lebih detail tentang informasi yang disajikan bukan karena kebutuhan tetapi karena design dari media komunikasi tersebut yang menarik?!Design sebuah poster/billboard yang menarik tentunya akan membuat orang penasaran dan membaca informasi yang ada di poster ataupun mengingat icon atau pesan yang ada pada billboard. Bahkan beberapa perusahaan rela membuat brosur/leaflet dengan design yang menarik dan dibagi-bagikan secara gratis agar setidaknya orang-orang mau membaca brosur dan akhirnya berminat terhadap produk/jasa yang ditawarkan.

Pekerjaan design umumnya dikerjakan oleh orang-orang yang memiliki jiwa seni dan anggapan bahwa sesuatu yang berhubungan dengan seni belum dapat diandalkan sebagai usaha masih tertanam dibenak sebagian orang. Tapi tidak halnya dengan Ogie, pria lulusan Universitas Pancasila jurusan akuntansi ini justru secara serius menekuni bidang design creative sebagai usaha dan tempatnya menjemput rizki meski awalnya mendapat pertentangan dari ibundanya. Namun seiring perjalanan, Ogie dapat membuktikan kepada ibundanya bahwa apa yang dilakukannya dapat menjadi andalan sebagai mata pecaharian, bahkan akhirnya kedua saudara kandungnya pun turut bekerja bersamanya.

Ogie memulai usaha desain komunikasi visual dari sebuah kamar di rumah pada tahun 2002, dengan bermodal komputer dan printer. Tidak lama ia mengajak salah seorang teman remaja masjid di kompleknya untuk turut membangun Sign Design (nama perusahannya). Berkat jaringan teman, Sign Design kemudian mendapat project kecil-kecil untuk membuat beberapa item marketing tools untuk L’Oreal, event dan lain-lain. Omzet yang diterima Sign Design sejak awal beroperasi semakin meningkat, hingga pada tahun 2011 ini mencapai 10 kali lipat dari omzet di tahun awal.

Sign Design yang mulai beroperasional pada tahun 2002, kemudian dilegalkan dengan membentuk PT pada tahun 2004, hal ini dimaksudkan selain untuk lebih profesional juga untuk mendapatkan peluang yang lebih besar dan mengikuti tender-tender pada bidang komunikasi visual/design creative. ”Alhamdulillah setelah membuat badan hukum, Kami mendapat order dari perusahaan otomotif terkenal di negeri ini,” sahut Ogie.

Core bisnis dari Sign Design yang dibangun Ogie adalah desain komunikasi visual, cretive, cetak, web, multimedia, EO. Dan hal tersebut sebenarnya tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan Ogie di Universitas Pancasila yaitu Accounting. Ia belajar segala hal mengenai desain ketika mengikuti organisasi majalah dinding di kampus, sejak saat itu Ogie merasakan menemukan dunianya dan merasa bahwa desain adalah bidang yang akan ia tekuni untuk usahanya kelak. Namun, karena ia tidak ingin mengecewakan orang tua, ia tetap menjalani kuliahnya di Accounting hingga selesai bahkan dengan nilai yang memuaskan. Baru setelahnya ia mempelajari desain dengan mengambil jenjang Diploma di Interstudy dan saat ini tengah melanjutkan S2 pada bidang Komunikasi Hiburan.

Keinginannya untuk mempunyai usaha sendiri telah ada sejak ia kuliah, ia bersama-sama temannya pernah saling mengungkapkan mimpi-mimpi masa depannya di masjid kampus, dan ia berujar bahwa ia ingin memiliki usaha sebelum usianya 30 tahun. Dan alhamdulillah Allah mengambulkan hal tersebut bahkan lebih cepat sehingga saat ini saya bisa menikmati dunia wirausaha pada bidang yang saya sukai dan bisa menjadi tempat menjemput rizki. Motivasi lain yang menguatkan Ogie untuk berwirausaha adalah keinginan mengikuti sunnah rosul ingin membuktikan hadist yang menyatakan bahwa sembilan dari sepuluh pintu rizki adalah dengan berdagang.

Peluang pasar untuk design creative di Indonesia cukup besar, dan persaingan pun cukup kompetitif. “Pekerjaan design creative di Indonesia bisa dibilang belum mendapat apresiasi dan penghargaan yang semestinya, karena pekerjaan creative tersebut tidak memiliki regulasi dan asosiasi yang seperti halnya bidang lain. Selain itu tidak ada harga yang standar yang menjadi acuan, sehingga terkadang klien menganggap harga dari desain kami terlalu mahal, tetapi jika melihat pada perusahaan lain dengan core bisnis yang sama harga kami masih jauh dibawahnya,” ujar Ogie. sehingga kadang hal itu menjadi kendala dalam menjual karena kadang ada klien yang berkeberatan dan membandingkan dengan yang jauh dibawah harga dan kualitas.

Ditengah perjalanan usahanya, Ogie sempat bekerjasama dengan salah seorang temannya dengan mengeluarkan produk kaos muslim dengan brand “Qaf.” Saat itu cukup banyak peminat kaos dengan desain dan tulisan syiar agama seperti 100% Halal, Iqra dan lain-lain. “Ketika itu sempat ada kebanggaan ketika jalan ke mall dan tempat umum ada orang yang memakai kaos dari Qaf,” ujar Ogie. Namun karena kekurangan SDM dan semakin banyaknya pesanan untuk bidang design creative sehingga akhirnya produksi kaos tersebut terhenti.

Nama SignDesign yang terdengar unik ternyata tidak memiliki filosofi khusus, nama tersebut tercetus karena mengingat daerah asal orang tua dari Madura. Saat ini SignDesign telah memiliki 11 karyawan danberusaha untuk selalu menjalankan usaha dengan cara dan jalan yang jujur.

Target yang ingin dicapai SignDesign kedepannya adalah merambah pada dunia mobile seperti membuat aplikasi di OVI store atau Android market. Dan untuk Qaf sendiri inginnya dapat mulai diproduksi kembali dan membuat outletnya, karena meski sekarang pemasaran online sedang booming, tetapi untuk baju sepertinya harus ada toko/outlet sehingga orang dapat memegang tekstur bahan dan melihat kualitas. [wn/dn/eramuslim]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s